Sejarah Desa

         Gapura Masuk Kantor Balai Desa Waru

Seperti desa-desa di wilayah Kabupaten Wonogiri lainnya, Desa Waru merupakan bagian wilayah dari Keraton Kasunanan Surakarta dimasa lalu. Ditandai dengan adat-istiadat dan budaya masyarakat kebanyakan yang masih mengikuti tradisi Keraton Kasunanan Surakarta. Seperti adat upacara bersih dusun, adat upacara pernikahan dan kenduren. Demikian halnya sebutan untuk aparat pemerintah atau pamong praja dimasa lalu seperti Penewu sebagai sebutan untuk Camat, Demang untuk Kepala Desa, Carik untuk Sekretaris Desa, Kebayan untuk Kepala Dusun dan istilah sebutan lainnya. Sampai saat ini tidak diketahui asal muasal nama desa Waru secara pasti, karena tidak ada sejarah atau legenda yang menceritakan asal mula nama “Waru”. Waru adalah merupakan nama jenis pohon yang tumbuh di pinggir jalan dan sungai di wilayah ini pada masa lampau, sehingga mungkin karena itulah wilayah ini dinamakan Desa Waru.

                                            Desa Waru

Sejak pemerintahan desa Waru terbentuk pada masa kemerdekaan sampai sekarang ini telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan pemerintahan. Tidak diketahui secara pasti proses pengangkatan kepala desa yang pertama, dilaksanakan pemilihan atau penunjukkan. Yang diketahui Kepala Desa Waru yang pertama adalah Wiro Pranoto yang menjabat sejak masa kemerdekaan hingga tahun 1968 dan sebagai Carik Desa pada waktu itu Tanto Suharjo. Untuk mengenang serta memberikan penghargaan atas jasa-jasa kepala pemerintahan desa Waru pertama, nama tersebut mulai tahun 2005 digunakan sebagai nama salah satu ruas jalan utama yang menuju ke pusat pemerintahan desa Waru. Setelah itu, pada tahun 1969 dilaksanakan proses pemilihan kepala desa secara langsung oleh warga desa Waru yang mempunyai hak pilih. Seiring bergulirnya sistem pemerintahan yang demokratis, pada waktu itu ada 2 (dua) nama calon kepala desa yang mengikuti pemilihan, dan Dwijo Suwarto terpilih sebagai kepala desa. Beliau menjabat sampai dengan tahun 1988 selama 2 (dua) pereode atau kurang lebih 20 (dua puluh) tahun. Pereode pertama pemilihan langsung dan kedua pengangkatan kembali menjadi kepala desa, yang pada akhirnya beliau kembali menjadi PNS.

                        Kantor & Balai Desa Waru

Pergantian kepala pemerintahan desa Waru pada tahun-tahun berikutnya berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mereka yang menjabat sebagai kepala desa terpilih dapat menyelesaikan tugas dan kewajibannya dengan baik, yaitu: Sujarwo menjabat pada tahun 1989 sampai dengan 1998, Sukardi Prabowo menjabat pada tahun 1999 sampai dengan tahun 2006, Sri Hartono menjabat pada tahun 2007 sampai dengan 2012, selanjutnya Wisnu Sejati menjabat pada tahun 2013 sampai dengan sekarang.