Penyuluhan Kesehatan Mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) Oleh Puskesmas Slogohimo

waru.desa.id, WARU- UPTD Puskesmas Slogohimo memberikan penyuluhan kesehatan mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) di  Balai Desa Waru pada Rabu, 30 Oktober 2019. Penyuluhan kesehatan ini diikuti oleh 35 orang peserta dari Ketua RT/RW Kader Kesehatan dan Kepala Dusun. Penyuluhan ini merupakan kegiatan rutin Promosi Kesehatan Masyarakat dari Puskesmas Slogohimo.

Pth. Sekretaris Desa, Ibu Yuliani memberikan sambutan.

Pth. Sekretaris Desa, Yuliani dalam sambutannya mewakili Pj. Kepala Desa mengatakan bahwa pada penyuluhan kali ini peserta dari kader kesehatan, ketua RT/RW dan juga Kepala Dusun dengan maksud agar dapat meneruskan materi penyuluhan kesehatan ini kepada masyarakat. “Demam Berdarah dapat terjadi dimana saja, tidak memandang status sosial masyarakat , mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan disekitar kita untuk menghindari penyakit demam berdarah ini, kami juga mengucapkan terimakasih kepada Puskesmas Slogohimo yang telah melalukan penyuluhan kesehatan di Desa Waru ini.” Pungkasnya.

Penyuluhan diikuti oleh Kader Kesehatan Desa, Ketua RT/RW dan Kepala Dusun.

Ibu Herni Purwanti dari Puskesmas Slogohimo dalam kegiatan penyuluhan ini menerangkan bahwasanya DBD merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang berbahaya dan juga penyebaran wabahnya cepat dan dapat menyebabkan kematian.

Ia juga menjelaskan bahwa penularan DBD umumnya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Habitat nyamuk ini adalah pada air-air yang bersih seperti pada kolam, bak air, atau genangan air di lingkungan sekitar. Meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di area kebun/pekarangan. Kemudian ciri – ciri nyamuk aedes aegepty antara lain berwarna hitam dengan belang-belang putih, biasa menghisap darah pada pagi sampai sore hari, dan berkembang biak di tempat penampungan air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah.

Penyuluhan diikuti oleh Kader Kesehatan Desa, Ketua RT/RW dan Kepala Dusun.

“Gejala Demam Berdarah ini pada penderitannya akan mendadak panas dua sampai tujuh hari dan siklus demamnya seperti pelana kuda, pada fase tiga hari pertama panas tinggi, di hari ke empat sampai lima akan turun drastis, hal tersebut yang patut diwaspadai karena merupakan fase kritis dan perlu penanganan lebih lanjut. Penanganan Awal yang dapat dilakukan yaitu minum air yang banyak, Kompres untuk menurunkan suhu tubuh panas, dan segera ke puskesmas atau rumah sakit terdekat”. Kata Ibu herni

lebih lanjut pencegahan dan pengendalian penyakit DBD di desa perlu dilakukan dengan komitmen bersama-sama antara Pemerintah Desa dengan warga masyarakat seperti program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui cara 3M plus terdiri dari (M)enguras, (M)enutup, dan (M)emanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk, (Plus) yaitu disertai dengan kegiatan pencegahan lainnya seperti menaburkan bubuk larvasida/abate pada tempat penampungan air, menggunakan kelambu, menggunakan lotion anti nyamuk, dan memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk. admin1

 

Facebook Comments
Posted in Kabar Desa, Kesehatan, Lingkungan and tagged , , , .