Kilas Balik || Makna Arak-Arakan Karnaval Bagi Masyarakat Desa Waru

waru.desa.id, Dalam puncak rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke -74 yang digelar oleh panitia tingkat kecamatan Slogohimo yaitu perhelatan pawai budaya dan pembangunan atau sering disebut karnaval, segenap panitia HUT RI ke-74 desa Waru serta pemerintah Desa Waru mengadakan persiapan dan koordinasi demi suksesnya partisipasi masyarakat desa Waru dalam perhelatan ini.

Pawai Budaya Desa Waru

Bagi masyarakat Desa Waru pawai atau karnaval dalam rangka memperingati HUT RI memang merupakan kesempatan untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air, hal ini sudah penulis rasakan semenjak penulis masih duduk di sekolah dasar yang waktu itu desa Waru dipimpin oleh seorang kepala desa bernama Sono Dwijo Suwarto hingga diera kepemimpinan kepala desa berikutnya event karnaval memang mengalami kekompakan dari seluruh lapisan masyarakatnya.

Pawai Budaya Desa Waru “Spirit of Majapahit”.

Dan untuk semangat persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat desa Waru pada tahun ini dalam mengikuti perhelatan pawai atau karnaval memang patut untuk selalu kita lestarikan dalam rangka ikut melestarikan nilai-nilai luhur perjuangan demi cita-cita bersama yang kita sebut kemerdekaan. Pada kesempatan tahun ini pawai budaya dan pembangunan desa Waru mengangkat sebuah tema “Spirit of Majapahit” dengan harapan bahwa kita akan selalu menyadari arti penting persatuan dan kesatuan sebagai hal yang mutlak hadir dalam kehidupan bersama untuk mencapai harapan bersama. Seperti halnya sejarah kejayaan Majapahit yang begitu luar biasa yang kemudian menjadi cikal bakal wilayah NKRI.

Pawai Budaya Desa Waru

Momen karnaval rasanya memang dapat digunakan sebagai indicator kebersamaan, persatuan, kesatuan dan juga rasa nasionalisme suatu masyarakat desa dan bangsa ini membutuhkan banyak kekuatan untuk mempertahankan keberadaanya dan masa depan penuh tantangan yang memerlukan kearifan untuk mengatasinya melalui pengamalan dan penanaman nilai-nilai budaya. Sesama warga masyarakat saling mengenal, memahami dan menghargai satu sama lain yang akan berujung pada terpeliharanya integritas Nasional. Maka juga adanya rencana penyelenggaraan pergelaran wayang dalam rangka acara bersih desa di desa Waru kita ini adalah preseden baik bagi kehidupan berbangsa.
oleh : Ruswinarto (Guru Penjaskes SMP N 1 Slogohimo) Dusun Sanan.

Pawai Budaya Desa Waru “Spirit of Majapahit”

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai