Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Kegiatan Bersih Desa Waru Kecamatan Slogohimo

waru.desa.id, WARU – Dalam rangka malam bersih desa, Pemerintah Desa bersama dengan masyarakat Desa Waru, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Sabtu (31/8/2019). Digelar di lapangan Desa Waru, pentas wayang kulit ini memainkan lakon ” Wahyu Makuthoromo ” oleh dalang Ki Sukino Lebdo Carito dari Kabupaten Karangannyar. acara juga dimeriahkan dengan kehadiran pelawak Pak Badut dari Purwantoro yang turut memeriahkan pentas wayang kulit ini.

Bapak Sarosa (Sekcam Slogohimo) memberikan sambutan.

Hadir dalam acara ini yaitu Bapak Sarosa, MM selaku Sekcam yang mewakili Camat Slogohimo, dalam sambutannya beliau mengapresiasi pentas wayang kulit ini karena turut melestarikan budaya jawa atau nguri uri kabudayan jawi selain itu beliau juga berpesan kepada seluruh masyarakat Desa Waru untuk tetap menjaga kondusifitas dan keamanan menjelang Pilkades yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 september 2019.

Pentas Wayang Kulit Semalam Suntuk.

Pagelaran wayang kulit  ini diawali penyerahan tokoh wayang kulit dari Pj. Kepala Desa Waru Bapak Alfiyadi kepada dalang Ki Sukino Lebdo Carito. Antusiasme warga masayarakat Desa Waru dan sekitarnya sangat bagus dilihat dari ramainya penonton yang hadir menyaksikan.

Ki Dalang Sukino Lebdo Carito dari Kab. Karangannyar

Wahyu Makuthoromo ini merupakan sebuah wejangan ajaran hastabrata atau garis-garis besar kepemimpinan yang diterima Raden Arjuna di Pertapan Kutharunggu yang bertempat di pucuk Gunung Swelagiri dari Begawan Kesawasidi. Dan cerita ini sesuai dengan keadaan di Desa Waru Khususnya dan Desa Desa di Kabupaten Wonogiri pada umumnya yang sebentar lagi menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap III pada tanggal 25 September 2019.” kata Bapak larmin, Kasi Kesejahteraan Desa Waru yang juga pembawa acara pada acara ini.

Warga Masyarakat yang menyaksikan pagelaran wayang kulit.

Rangkain acara bersih desa ini diawali dengan do’a berasama di balai desa menurut agama/keyakinan yang dianut warga yaitu Islam dan Kristen, kegiatan didiharapkan menjadi salah satu upaya untuk melestarikan budaya Jawa  dan menguatkan keanekaragaman, kebersamaan dan nasionalisme. Ditambahkan, pagelaran wayang diselenggarakan juga untuk mengedukasi sekaligus memasyarakatkan kesenian wayang kulit kepada generasi muda . “Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen Pemerintah Desa Waru untuk ikut melestarikan kebudayaan Indonesia atau kebudayaan jawa, dan dengan acara ini kami berupaya untuk membangkitkan kembali animo masyarakat, khususnya para generasi muda untuk kembali menikmati pagelaran wayang, kulit ”kata Bapak Alfiyadi. *ts

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai