Puskesmas Slogohimo Mengadakan Penyuluhan Tentang Bayi Balita Resiko Tinggi di Balai Desa Waru

waru.desa.id, – Puskesmas Slogohimo mengadakan kegiatan penyuluhan tentang bayi balita resiko tinggi (balita resti) bertempat di balai Desa Waru pada hari Rabu (20/3). Diikuti oleh 65 orang peserta wanita terdiri dari Ibu hamil (bumil), Wanita usia subur (Wus), Pasangan usia subur (Pus) yang berada di Desa Waru.

Bapak Alfiyadi dalam sambutannya pada acar penyuluhan tentang balita resti.

Para peserta antusias mengikuti penyuluhan kesehatan tentang bayi balita resiko tinggi ini. Sebagian peserta datang membawa serta balita mereka. Pj. Kepala Desa Waru dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada UPTD Puskesamas Slogohimo dan juga peserta yang telah hadir pada kegiatan ini.

Peserta Penyuluhan terdiri dari Bumil, WUS dan PUS.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Slogohimo yang telah mengadakan kegiatan penyuluhan di Desa Waru ini. Semoga warga yang mengikuti kegiatan ini akan mengetahui serta memahami tentang resiko yang mungkin terjadi kepada balita sehingga dapat mengatasinya.” Kata Bapak Alfiyadi.

Ibu Sudarsih, Amd.keb menyampaikan materi tentang Bayi Balita Resti.

Ibu Warsini, Amd.keb. selaku bidan desa dan juga dari puskesmas Slogohimo dalam sambutannya mengharap kepada peserta untuk mengikuti jalannya acara ini dengan santai dan juga nyaman serta pro aktif pada saat sesi tanya jawab.

Ibu Sudarsih, Amd.keb selaku pemberi materi menjelaskan apa itu bayi balita bersiko tinggi. yaitu bayi yang mempunyai tingkat kemungkinan lebih besar untuk mengalami hambatan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan dibanding dengan bayi lainnya.

Penyuluhan Tentang Bayi Balita Resiko Tinggi.

“Sebagian orang tua bayi tidak sadar terhadap kesehatan bayinya. bahwa tidak semua bayi ketika dilahirkan selalu berada dalam keadaan sehat. Ada beberapa bayi yang akan mengalami masalah kesehatan karena beberapa faktor yang mempengaruhi.” Kata Ibu Sudarsih, Amd.keb.

Penyuluhan Tentang Bayi Balita Resiko Tinggi.

Menurut pemaparannya, penyebab terjadinya bayi berisiko tinggi dibagi dalam 3 fase, yaitu pada fase kehamilan, persalinan dan setelah persalinan. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan wawasan kepada para peserta dan dapat disebarluaskan kepada masyarakat yang lainnya. ts

 

Facebook Comments
Posted in Kabar Desa, Kesehatan and tagged , , .